Postingan

Mengembalikan Semua Kepada Hati

Oleh: Zahriani, Banda Aceh Memang benar bahwa diam itu besar nilainya. Yaitu ketika keadaan membutuhkan untuk diam. Lain halnya ketika keadaan membutuhkan untuk bicara, maka bicara lebih baik daripada diam. Tentu bicara yang membawa manfaat bagi si pembicara dan lawan  bicara. Ketika banyak diam, banyak hal yang dapat selesaikan.dan tidak perlu menguras energi yang banyak untuk melampiaskan emosi. Diam bukan berati mesti statis, stagnan dan terpaku. Dalam diam seseorang bisa lebih banyak berpikir dan merenung, beristighfar dan malah bermuhasabah. Idealnya seperti itu. Namun diam itu begitu berat rasanya. Hampir semua yang tampak dilihat oleh mata d an apa saja yang didengar oleh telinga dapat dipastikan mengundang mulut untuk bicara.

ACEH BUKAN NEGERI ANGIN

Negeri ini bukan negeri angin Yang keberadaannya hanya didengar dari dongeng-dongen Negeri ini ada napak tilas yang dapat disusuri Ada jejak-jejak peninggalan yang akan mengajarkan manusia Tentang perjuangan, kepahitan dan kejayaan Jika melihat dengan kebencian, semua bukti seperti khayalan Di sini perempuan bukan hanya berharap menjadi pemimpin Tapi telah menjelma sebagai bungan yang mekar mewangi ke dunia nun jauh di sana Disini perempuan sebagai panglima bukan lagi khayalan Keberaniannya menggetarkan nyali-nyali serdadu musuh Di sini seorang Jenderal musuh pernah mati ditangan seorang perempuan Jangan coba kau arungi lautan negeri ini dengan congkak Seorang Laksamana perempuan akan menghunusmu dengan rencong Di sini di negeri yang kau katakan sebagai negeri angin Kami punya bukti miliki akademi angkatan lau tertua dengan muridnya para perempuan Jangan pernah berani katakan Negeri kami adalah negeri angin Oleh : Zahriani Ahmad Amin Note : Jawaban atas pernyataan...

Seragam Pramuka di Sabtu Siang

Sabtu siang dengan seragam pramuka yang melekat Peluh  mengalir, kulit terbakar cahaya m atahari yang menyengat  Kelelahan setelah seminggu berkutat bersama pelajajaran sekolah Senyum bahagia tersungging di bibir, bersama sahabat menyusuri jalan pulang Tertawa, ceria bercanda tidak ada kata GEGANA Gelisah, galau dan merana Mungkin karena tangan saling berpegangan  Menggenggam erat jari-jari sahabat Berceloteh tentang cita-cita dan harapan Yakin, mereka para sahabat akan selalu ada sebagai penyemangat hidup Tidak ada smartphone yang menghalangi sentuhan hati dan fisik diantara mereka Tersenyum dengan bibir yang ditarik oleh hati  Bukan dengan EMOJI di layar sementara hati menangis sedu sedan Berbicara dengan bibir yang bergerak diselingi tawa yang renyah sepenuh jiwa Bukan dengan jemari yang bergerak lincah di atas keypad sementara jiwanya entah ada di mana Dengan seragam pramuka disabtu siang mereka bahagia, esok libur Berkumpul dengan penuh rasa...

Berguru pada Nyamuk ”Nyentrik”

Oleh: Zahriani Ahmad Amin ”Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang (makhluk) yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka yakin perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka. Tetapi mereka yang kufur mengatakan; apakah maksud Allah menjadikan ini sebagai perumpamaan? (Ketahuilah) dengan perumpamaan itu banyak orang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu pula banyak orang yang diberi petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik” (QS. Al-Baqarah: 26).

Mendidik Anak Semanis Permen Karet

Oleh: Zahriani Ahmad Amin Anak adalah salah satu anugerah terindah dari Sang Maha Pencipta untuk sebuah keluarga. Seiring waktu kedekatan jiwa anak dan orang tua akan diuji dengan tumbuh kembang mereka. Secara fisik kita akan kagum luar biasa dengan perubahan ini, dari seorang bayi yang begitu mungil dan menggemaskan perlahan mereka berubah menjadi remaja yang gagah dan cantik.   Namun sering kali orang tua dibuat ciut oleh tingkah remaja, di satu sisi sungguh tidak ingin mereka terkontaminasi oleh lingkungan yang semakin gila saja akhir-akhir ini, tak urung banyak orang tua bersikap bak sipir penjara. Segala tingkah laku remaja tidak luput dari pengawasan dan arahan yang menuntut dari orang tua. Bagi orang tua yang lebih moderat mungkin mereka akan menempatkan diri sebagai seorang intelijen, mengamati segalanya tanpa sepengetahuan target, namun saat nasehat harus diberikan sering orang tua terjebak dengan sikap ego. Sisi lainnya, orang tuapun tidak ingin remaja menjadi k...

Membentuk Generasi Sukses

Oleh : Zahriani Ahmad Amin Mengapa sebagian besar generasi muda kita gagal meraih impian masa depan mereka?. Jika mau ditelusuri tentu banyak faktor penyebabnya, mulai yang paling besar pengaruhnya hingga yang terkecil. Sebut saja yang besar-besar, pertama adalah perlakuan orang tua di dalam keluarga. Kedua, ketepatan pendidikan yang diperoleh di bangku sekolah. Dan ketiga, dukungan situasi-kondisi lingkungan pergaulan.

Perempuan dan Syari’at islam

Oleh: Zahriani Ahmad Amin WACANA seputar perempuan dan syari`at Islam masih saja menyisakan permasalahan yang menarik diperbincangkan. Konon lagi selama ini seperti belum ditemukan formula yang tepat dalam penegakan syari`at Islam kepada khalayak umum, terutama kepada kaum perempuan. Padahal kalau mau jujur, tataran normatifitas (ajaran normatif Islam) dan sepanjang yang dipraktekkan Nabi Muhammad SAW, tidak ada pertentangan atau konflik antara perempuan dan syari`at Islam.