Mengembalikan Semua Kepada Hati
Oleh: Zahriani, Banda Aceh Memang benar bahwa diam itu besar nilainya. Yaitu ketika keadaan membutuhkan untuk diam. Lain halnya ketika keadaan membutuhkan untuk bicara, maka bicara lebih baik daripada diam. Tentu bicara yang membawa manfaat bagi si pembicara dan lawan bicara. Ketika banyak diam, banyak hal yang dapat selesaikan.dan tidak perlu menguras energi yang banyak untuk melampiaskan emosi. Diam bukan berati mesti statis, stagnan dan terpaku. Dalam diam seseorang bisa lebih banyak berpikir dan merenung, beristighfar dan malah bermuhasabah. Idealnya seperti itu. Namun diam itu begitu berat rasanya. Hampir semua yang tampak dilihat oleh mata d an apa saja yang didengar oleh telinga dapat dipastikan mengundang mulut untuk bicara.