Berguru pada Nyamuk ”Nyentrik”


Oleh: Zahriani Ahmad Amin

”Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang (makhluk) yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka yakin perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka. Tetapi mereka yang kufur mengatakan; apakah maksud Allah menjadikan ini sebagai perumpamaan? (Ketahuilah) dengan perumpamaan itu banyak orang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu pula banyak orang yang diberi petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik” (QS. Al-Baqarah: 26).
Hari itu (Rabu, 10/2/10) sungguh hari yang sangat melelahkan, menginap di rumah sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda Aceh menemani si sulung yang dirawat karena menderita demam berdarah (DBD). Penyakit serius yang disebabkan “hanya” oleh seekor nyamuk akibat dari kelalaian manusia dalam menjaga lingkungan.
Kalau dipikir-pikir kelakuan nyamuk penyebar virus dengue  nyamuk Aedes aegypti ini sangat nyentrik, mereka memilih hidup ditempat-tempat yang bersih dan berkembang biak di tempat yang bersih pula. Nyamuk ini hanya memilih air yang bersih untuk meletakkan telur-telurnya dan tidak pernah pandang bulu dalam menebarkan virusnya. Hidupnya sangat elegan menyukai kebersihan sehingga banyak juga dari golongan kaya yang menjadi korban DBD bukan hanya dari golongan miskin saja. Bisa dikatakan moto nyamuk ini adalah “Siapa saja yang lengah akan menjadi korban eksekusi Problastis nyamuk ini.”
Di balik semua musibah yang disebabkan oleh nyamuk ini,  sepatutnya pula kita mengancungi jempol pada pola hidup dan sistem kerja yang mereka terapkan. Mereka hidup ditempat yang bersih, tidak suka air yang kotor, maka tidak heran jika keberadaan mereka juga banyak dikawasan perumahan elit bukan hanya di tempat kumuh. Korban infeksi mereka bukan hanya orang-orang miskin yang minim perlindungan tapi juga orang kaya yang memiliki ektra perlindungan. Terkadang terpikirkan, andai saja pola hidup bersih dan sistem kerja nyamuk ini diterapkan pada penegakan hukum dinegeri ini, rasanya keadilan yang sejahtera yang didambakan tidak akan begitu sulit untuk diperoleh oleh semua lapisan masyarakat. Hukum yang tidak memilah-milih mana pelaku kejahatan yang harus dihukum dan pelaku kejahatan yang harus dibela” tentu sangat dicintai oleh rakyat.
 Tegaknya hukum ditengah masyarakat akan menjadi momok bagi pelaku kejahatan karena sikap kukuh terhadap keadilan. Dengan sendirinya “hukum” akan menjadi pahlawan di mata rakyatnya yang tercinta. Bukan dihujat dan dicaci seperti sekarang ini. Sungguh disayangkan hukum di negeri kita lebih memilih menjadi seperti akibat yang diberikan oleh ulah nyamuk ini yaitu ”penyakit.Begitulah adanya apa yang berlaku pada penegakan hukum kita selama ini terhadap rakyat yang seharusnya diayomi, hukum hanya bisa memberikat penyakit ”sakit hati”
Memang sulit untuk mengambil hikmah dari segala apa yang ada di sekitar, apalagi harus mengambil hikmah kebaikan dari sesutu yang dibenci. Namun kedewasaan dalam berfikir akan memudahkan manusia untuk bisa belajar dari apa saja yang ada di sekelilingnya, bahkan dari seekor nyamuk. Maka sangat benarlah apa yang difirmanka Allah dalam Al-Qur’an ”Ya Tuhan kami, sungguh tidak ada yang sia-sia dari apa yang Engkau ciptakan, karena itu lindungilah kami dari api neraka” (QS. Ali Imran:191). Hanya saja manusia enggan untuk belajar dan merenung dari apa saja yang ada di sekitarnya yang akhirnya melahirkan sikap sombong dalam diri. Sehingga menjadikan hati tertutup dari segala kebaikan dan lebih senang menjalani hidup dengan segala kerusakan. Apapun yang diurus oleh manusia yang bertipe seperti ini pasti hanya kehancuranlah yang dapat diberikan.
Maka apalagi yang harus ditunggu, segeralah mulai hidup yang sehat dan bersih bukan hanya pada fisik semata namun juga ke dalam jiwa. Basmilah nyamuk-nyamuk Aedes aegypti yang nyentrik ini sampai ketelur-telurnya. Yah basmilah kejahatan sampai keakar-akarnya.

Penulis adalah Alumnus FMIPA Unsyiah, Ibu Rumah Tangga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membentuk Generasi Sukses

Belajar Fitrah Seksualitas Melalui Shalat

Jangan Salahkan Perempuan