Seragam Pramuka di Sabtu Siang

Sabtu siang dengan seragam pramuka yang melekat
Peluh  mengalir, kulit terbakar cahaya matahari yang menyengat 
Kelelahan setelah seminggu berkutat bersama pelajajaran sekolah
Senyum bahagia tersungging di bibir, bersama sahabat menyusuri jalan pulang
Tertawa, ceria bercanda tidak ada kata GEGANA
Gelisah, galau dan merana
Mungkin karena tangan saling berpegangan 
Menggenggam erat jari-jari sahabat
Berceloteh tentang cita-cita dan harapan
Yakin, mereka para sahabat akan selalu ada sebagai penyemangat hidup

Tidak ada smartphone yang menghalangi sentuhan hati dan fisik diantara mereka
Tersenyum dengan bibir yang ditarik oleh hati 
Bukan dengan EMOJI di layar sementara hati menangis sedu sedan
Berbicara dengan bibir yang bergerak diselingi tawa yang renyah sepenuh jiwa
Bukan dengan jemari yang bergerak lincah di atas keypad
sementara jiwanya entah ada di mana


Dengan seragam pramuka disabtu siang mereka bahagia, esok libur
Berkumpul dengan penuh rasa cinta bersama keluarga
Berjanji dengan sahabat hari senin berjumpa kembali di lapangan upacara
Menyanyikan lagu Indonesia Raya mengikrarkan diri sebagai anak bangsa
Jiwa dan raganya tumbuh bersama bangsa
Setiap aliran darahnya adalah cinta tanah air
Bukan lagu DESPACITO yang mengajarkan perilaku tidak senonoh
Merusak setiap nafas jiwa muda mereka
Menjadikan nafsu sebagai panutan dan tujuan

Dengan seragam pramuka di sabtu siang
Mereka mengajarkan dirnya sebagai patriot yang berani berjuang
Tidak akan mudah menyerah sepahit apapun dunia yang akan menyapa
Mereka merdeka menjadi diri sendiri tanpa kepura-puraan

Oleh : Zahriani Ahmad Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membentuk Generasi Sukses

Belajar Fitrah Seksualitas Melalui Shalat

Jangan Salahkan Perempuan